“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)
Kamis, 23 Mei 2013
HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)
Masa
tak ada yang tahu dimana kaki akan menapak pada tanah yang tak tandus
nuansa roman sudah tertinggal jauh, dan roman itu tak kembali
hanya ada catatan baru dan akan terus berkembang menjadi sebuah catatan yang terbaru
lambat laun catatan itu menjadi kenangan masa lalu
untuk apa adanya tujuan masa depan jika masih ada masa lalu?
kebodohan atas diri siapa yang harus disalahkan
jangan mau jatuh cinta jika tak ingin sakit hati kelak
fenomena manusia memang
namun hal yang baru saja dikatakan itu akan ada saja yang memerankannya
tanpa tahu dimana batas keliru dan ketulusan.
Senin, 22 April 2013
Beri Rasa Yakin Itu
Terkadang setiap luka
kita terjatuh karena suatu rasa yang disebut cinta, kita tidak pernah belajar
dari rasa luka terdahulu
Terkadang kita juga
menjadi sosok yang kuat dikala ada seseorang yang mengalami keperihan hati dan terkadang menangis
itu diperlukan untuk mengeluarkan rasa sakit yang tak dapat diungkap kata
Saat ini saya masih
berdiri dan belum berani melangkah kejalan yang seharusnya, masih mencari sebongkah cahaya dan masih melihat sosoknya dimasa lalu
Namun saya yakin
suatu hari nanti rasa sakit ini akan terbayar dengan keutuhan akan bahagia yang
tak terhingga dan indah pada waktunya.
Selasa, 09 April 2013
Indonesia Bukan Negara Islam
Dari semenjak SD kita sering mendengar “Bhineka
Tunggal Ika” yang disebutkan sebagai semboyan Negara Indonesia, yang mempunyai
arti berbeda
– beda tetap satu jua. Dalam hal beragama Indonesia memiliki keragaman agama, Enam
agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen
(Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah
Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara
terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid
mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran
agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. kebebasan
beragama juga diatur dalam Pasal 29 ayat (2) bahwa:
”Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing
dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”
Namun
apa yang terjadi bila kita melewati kawasan salah satu mesjid di Tangerang yang
menuliskan "kawasan khusus memakai jilbab" apa ini yang disebut
Bhineka Tunggal Ika? Keterbatasan ruang bagi umat non muslim? Hal ini masih
terbilang ganjil, jika ada seseorang yang memasuki kawasan itu dan bukan dari
kalangan muslim, lalu melawati mesjid tersebut apa terkena sanksi pidana? Ini
yang disebut berbeda – beda satu jua? Sebaikanya pemerintah tak hanya duduk
manis dikursi mewah, kegiatan (&p%) yang terkesan
seenaknya, secara tidak langsung mencoreng "nama baik islam", jika
kita harus membuka mata lebar - lebar (&p%) hanya membuat kerusuhan, contoh lain:
rusuhnya demontrasi menolak aksi foto syur Aktor Anjasmara, mengharamkan umat
islam untuk mengucapakan selamat natal kepada umat kristiani, bukankan setiap
warga negara berhak, untuk mengeluarkan pendapatnya?.
"Indonesia
ini bukan negara Islam, namun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Tak
sedikit opini yang muncul mengenai hal ini. Film pendek dokumenter berjudul
Indonesia Bukan Negara Islam, menceritakan tentang dua orang siswa Muslim yang
bersekolah di sekolah Katholik. Mereka berpendapat tentang Indonesia dan Islam
sebagai agama mayoritas. Divisualisasikan dengan foto-foto hitam putih. Kenapa
film ini Dibuat? Itu karena ketakutan naif si pembuat film: Jason Iskandar,
akan Indonesia dan agama Islamnya sebagai agama mayoritas. Dia punya pandangan
naif, kalo peraturan di Indonesia makin lama makin menjurus ke aturan Islam,
dan entah Dia benar atau salah.
Disini
kita perlu mengkaji kembali apa keuntungan (&p%) selalu membuat kisruh Negara ini
dengan ideologi mereka yang sebenarnya mereka hidup di Negara Demokrasi atau UU
Pornografi dipermasalahkan? Apa perlu kita berdiam diri jilka salah satu ormas
yang sering disebut (&p%) membuat onar. Perilaku yang ditunjukan (&p%) tersebut
membentuk sebuah opini publik merusak reputasi (&p%) dan bahkan Islam.
Negara Demokrasi sebuah Republik yang menjamin
semua keyakinan masyarakatnya. Namun terkadang sedih melihat perlakuan Negara
ini terhadap masyarakatnya sendiri, utamanya dari golongan minoritas. Indonesia
memang Mayoritas beragama Muslim, namun dalam pancasila sudah tegas dikatakan
oleh para pengagas negari ini, bahwa indonesia itu Negara yang berazaskan
Pancasila.
Hilang
Ragu itu tiba disaat sendu bertemu malam
Sekarang diri merasa ragu untuk menapakan kaki
dititik busur panahnya
Apa yang harus dikatakan indah jika semua hanya masa
lalu
Percuma dikenang tulisan ini tak pernah terlintas
dibenaknya
Tak ada lagi kecupan selamat malam
Tak ada lagi sapaan disaat raja siang menampakna diri
Kini hilang dan akan terus hilang dengan nuansa
penyesalan
Sabtu, 09 Maret 2013
Jika
jika hari itu tiba
jangan biarkan keliru menilainnya
jika hari itu tiba
doa ini teriringi untuknya
jika hari itu tiba
biarkan diri ini melangkah pada jalannya
jika hari itu
biarlah menangis diatas senyumannya
jika hari itu tiba
biarkan diri ini untuk tak melihatnya
dan jika hari itu tiba
biarkanlah waktu yang menghukumnya
"bukan hal yang mudah jika kita harus terbiasa mengijakan kaki dengan hawa kehampaan. Dia bukanlah pangeran yang harus di agung - agungkan, tapi dia adalah pria, pria yang indah untuk dikenang bukan untuk dimiliki"
Selasa, 05 Maret 2013
Langganan:
Postingan (Atom)






