Kamis, 29 November 2012

[d] u a


Lahirnya pilu disaat sunyi tiba
Menjadikan detik tak lagi nyaman
Tuhan inikah yang kau perbuat atas sebuah dosa?
Detik demi detik berjalan begitu lambat
Datangnya sebuah resah
Apa yang harus dipilih?
Satu atau dua

Satu melantunkan rindu dan kenyamanan diri

Pelajaran hidup diri mengerti akan hadirnya huruf satu
Mengiringi melodi – melodi langkah rindu dan diri ini sayang
Namun satu bukan milik diri, satu masih ada sosok dalam hati
Dua hadir disaat pilu ingin dirangkul
Memberikan rasa sayang untuk diri, namun diri masih menolak untuk berjalan mengiringi langkah hari
Dua begitu baik untuk menemani senja disaat satu tak lagi bersama
Jangan jadikan sebuah pelarian hidup
Ingin bersama satu namun terhalang dua
Bodoh jika menjalani dengan satu dan dua
Siap yang harus diri pilih satu atau dua
Jangan jadikan ini sebuah rahasia dilema
Kelopak mata harus terbuka siapa yang dipilih untuk mendampingi rasa rindu, sayang dan bahagia jika bersama

Selasa, 12 Juni 2012

Tahun Maaf


Terukir dengan kasar dan sayu
Tetap tersenyum walau tertatih yang dihampiri
Hujan itu tetap indah bila ditatap
Terik raja siangpun dihampiri
Bukan hampa tapi bersalah pada jiwa seorang anak adam
Langkah ini masih tetap berjalan walau bukan pada tujuan
Ingkari semuanya itu hanya fatamorgana dunia
Telapak kaki ini masih mengarah pada jalan yang tak berujung
Tatapan sunyi ini masih terfokus oleh debu - debu 
Sebutan masih hangat ditelinga
Detik
Menit
Jam
Hari
Bulan
Tahun
Selalu berlalu dan akan terus berlalu
Hanya ingin berkata sekali saja
Tanpa harus melihat akhirnya
"MAAF"

Minggu, 08 April 2012

Leap Year


Leap Year adalah film komedi romantis Amerika yang disutradarai oleh Anand Tucker. Film ini dibintangi oleh Amy Adams dan Matthew Goode. 
Anna Brady (Amy Adams) berencana untuk melakukan perjalanan ke Dublin, Irlandia untuk melamar pacarnya Jeremy (Adam Scott) pada 29 Februari, hari kabisat, karena menurut tradisi Irlandia, seorang pria yang menerima lamaran pernikahan pada hari kabisat harus menerima itu. Sementara saat penerbangan ke Dublin, ada badai sehingga pesawat dialihkan ke Cardiff, Wales. Anna menyewa perahu untuk membawanya ke Cork, tetapi keparahan badai memaksanya harus diletakkan ke pantai di Semenanjung Dingle. Dia meminta bantuan dari pemilik penginapan Irlandia, Declan O'Callaghan (Matthew Goode), yang ternyata pengemudi taksi.
Pada awalnya, Declan menolak untuk mengantar Anna ke Dublin, tapi setelah penginapannya terancam disita keesokan harinya, dia setuju untuk mengantarnya untuk € 500. Sebelum mereka pergi, Declan menjadi frustrasi di bagasi karena Anna membentaknya dan dia mengatakan untuk berhati-hati karena koper itu diberikan pacarnya dan itu adalah Louis Vuitton. Kedua masuk ke dalam mobil reyot Declan, belum beberapa lama melaju ada kawanan sapi menghadang jalan. Anna berhasil membuat sapi-sapi itu pergi, tetapi setelah sapi-sapi itu pergi Anne yang tidak sengaja menginjak kotoran sapi, menyebabkan dia bersandar ke mobil untuk membersihkannya, membuat mobil Declan melaju turun dan terjatuh ke danau. Akhirnya mereka berjalan dan Anna melihat mobil menawarkan tumpangan. Namun setelah menawarkan, mereka membawa kopernya.
Akhirnya, keduanya mencapai sebuah bar di mana mereka menemukan orang-orang yang mengambil koper Anna. Declan memukul mereka dan mereka berdua diusir oleh pemilik bar. Mereka akhirnya mencapai stasiun kereta dengan berjalan kaki. Sementara itu mereka menghabiskan waktu menunggu kereta di sebuah benteng di dekatnya. Ternyata kereta tiba lebih awal, dan Anna ketinggalan kereta itu. Keduanya akhirnya diantar oleh petugas stasiun kerumahnya, di mana mereka terpaksa berpura-pura bahwa mereka telah menikah sehingga pemilik rumah mereka akan mengizinkan mereka untuk tinggal. Menanyakan nama mereka menikah, mereka secara bersamaan menjawab "Brady" dan "O'Callaghan", dengan cepat mengubah dengan "O'Brady-Callaghan". Selama makan malam, Anna dan Declan dipaksa untuk berciuman, yang menyebabkan beberapa kebingungan untuk mereka. Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan. Saat sedang berjalan turun hujan es sehingga mereka berlindung di sebuah gereja di mana pernikahan sedang berlangsung.
Hari berikutnya mereka tiba dengan bus di Dublin. Dalam perjalanan ke hotel, mereka berhenti di taman dan Declan mengungkapkan bahwa ia pernah terlibat pernikahan tapi mantan tunangannya lari dengan sahabatnya dan cincin keluarganya ke Dublin; Anna mendorong dia untuk mendapatkan cincin kembali. Ketika Anna mencapai Hotel, Jeremy melamarnya, dan dia menerima walau ragu-ragu dan Declan berjalan pergi. Di pesta pertunangan mereka, Anna mengetahui bahwa Jeremy melamarnya hanya dalam upaya untuk mengesankan manajer kondominium mahal yang sedang berusaha untuk membeli.
Kecewa, Anna kembali ke Semenanjung Dingle, dimana Declan berhasil menjalankan penginapannya. Anna mengusulkan bahwa mereka berkumpul dan "tidak membuat rencana", dan Declan meninggalkan ruangan. Anna mengartikan ini sebagai penolakan, sehingga ia bergegas ke luar dan berdiri di sebuah tebing yang menghadap ke laut. Declan datang bertanya, "Nona O'Brady-Callaghan, kemana kau akan pergi?" dan ia melamarnya dengan cincin yang diambil dari mantan tunangannya di Dublin. Beberapa waktu kemudian, keduanya berada di mobil Declan dengan tanda "Just Married" di jendela belakang.

Rabu, 21 Desember 2011

Naskah Berita Radio (Formal)

Perbudakan Modern itu Bernama Perdagangan Perempuan dan Anak
Kepolisian Batam menangkap Gembong Pemasok Perbudakan Modern
Kasus Perdagangan Perempuan dan Anak yang lebih dikenal dengan istilah Human Trafficking/ kini kembali mencuat/ Rabu 30 November 2011/ polisi menangkap sindikat ilegal ini di Pelabuhan barang Batu Ampar Batam//
para pelaku yang kini menjadi tersangka/ ditangkap saat mereka sedang melaksanakan transaksi penjulan pada pihak pembeli// ungkap salah satu tersangka yang berinisial H.B/ “terdapat 35 perempuan dan anak yang masih dibawah umur/ dan akan memasok para korban ke taiwan, untuk dijadikan wanita penghibur”//
Menurut keterangan Komisaris Besar Kepolisian Batam/ Bapak Sendy Nasution/ Modus oprasi terjadinya human trafficking sering menggunakan pola-pola yang mudah ditebak/ biasanya dimulai dengan merekrut Buruh Migran Indonesia yang dilakukan Calo dengan dijanjikan kerja di Toko/ Pabrik/ Perkebunan/ Baby Sitter/ Rumah Tangga dan Restoran// kemudian ditampung dulu di Batam/ dengan alasan dilatih keterampilan// Padahal yang terjadi di Batam inilah/ transaksi jual beli antara Calo dengan Pengusaha Hiburan diluar Negeri// Setelah terjadi transaksi/ baru para korban tersebut di kirim ke tempat negara tujuan/ yang mana tempat kerja tersebut rata – rata adalah Lokalisasi Industri Seks terselubung dengan berkedok panti pijat/ bar/ karaoke dan/ penjaja seks Freelance/ banyaknya pelaporan yang menyatakan bahwa anak – anak mereka hilang berbulan- bulan/ kemungkinan besar para korban memang diculik/ kebanyakan korban berasal pulau Jawa/  umumnya dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah//
Menurut Perserikat Bangsa-Bangsa atau PBB/ perdagangan manusia saat ini menjadi sumber keuntungan ilegal terbesar ketiga di dunia dalam hal kejahatan yang terorganisir/ setelah obat-obat terlarang dan bisnis senjata// Menurut perkiraan resmi PBB 1juta atau 2 juta orang perempuan dan anak diperdagangkan setiap tahunnya di seluruh dunia//
Tahun 2006 lalu/ PBB menyebut Israel sebagai salah satu negara tujuan bagi kejahatan perdagangan perempuan// Dalam laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat/ Israel selalu masuk dalam daftar hitam negara-negara yang membolehkan perdagangan perempuan// Prostitusi menjadi bisnis legal di Israel/ sementara para pejabat-pejabat pemerintahnya tutup mata atas fakta tersebut// Diperkirakan ada 3.000 perempuan setiap tahunnya yang dijual ke Israel untuk menjadi pelacur//
Pada tahun 2003/ Jepang pernah mengeluarkan 55.000 visa penghibur kepada para perempuan  Filipina/ banyak dari mereka dicurigai telah menjadi korban perdagangan manusia//
Jumlah terbesar korban yang diperdagangkan masih berasal dari Asia// Lebih dari 225.000 korban tiap tahun datang dari Asia Tenggara/ dan lebih dari 150.000 orang dari Asia Selatan//
Kebanyakan dari korban-korban ini dikirim ke Asia/ Timur Tengah/ Eropa Barat/ dan Amerika Utara// Mereka biasanya berakhir di kota besar/ daerah wisata atau turisme dan dekat pangkalan militer/ dimana kebutuhan untuk sex paling besar//
Di Indonesia/ perdagangan perempuan tidak hanya dibungkus dalam praktek yang ilegal/ tetapi juga terkemas dalam bisnis legal// Beberapa kebijakan resmi negara seperti penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri/ pengiriman duta seni budaya/ pertukaran pelajar/ kuliah magang ke luar negeri/ ibadah haji dan umrah/ visa kunjungan sosial budaya dan wisata/ adopsi anak/ dan pemanfaatan pranata/ sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan perdagangan Perempuan dan Anak/ Praktek-praktek terselubung ini memiliki aturan resmi/ justru lebih aman/ dibanding praktek ilegal//
menurut Ratna Sarumpaet sekaligus sutradara film Jimalah dan Sang Presiden/ mengelurakan pernyataan bahwa/ para pelaku kejahatan Human Trafficking umumnya/ bukan hanya orang-orang yang tidak dikenali secara baik para korbannya/ tetapi juga orang-orang terdekat atau telah dikenal korban/ dan tujuan perdagangan perempuan asal Indonesia/ tidak hanya mengisi permintaan pasar prostitusi dan konsumen pengidap disorientasi seksual/ tetapi juga mencakup pemenuhan permintaan tenaga buruh murah/ pembantu rumah tangga/ objek pornografi/ militer anak/ transplantasi anggota tubuh/ pemanfaatan organ reproduksi/ kurir narkoba dan penegemis//
Akibatnya banyak perumpuan dan anak yang berasal dari Indonesia/ menjadi pekerja sex komersial diluar negri/ telah tercorengnya negara Indonesia sebagai salah satu Negara Trafficking terbesar di dunia// (Laporan: Pramita Dwi Ristianti).

Rabu, 14 Desember 2011

Feel Now



Waktu akan terus berjalan dan tak akan pernah mundur, semakin kesini semakin tahu bagaimana dia, dan seperti apa dia, jujur rindu akan kisah dulu, siapa yang harus dicari membuat ini tenang? siapa yang dicari agar lebih indah disaat waktu yang tepat? dan jawabannya NOTHING!


sendu yang didapat
pintu tertutup rapat
jiwa tak pernah ada untuk hati ini
tak ada yang diubah dalam jiwa
masih yang dulu
dan akan selalu terbayang akan kisah dulu
bukan aku tapi orang lain 
menghentikan waktupun tak sanggup
dia hadir, hadir untuk bertahan 
bukan untuk membuat utuh dan nyata berdua.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Cerita Sahabat

Nama saya syafa salsabila putri anak ke dua dari dua bersaudara, dari kecil hingga sekarang saya belum pernah bepergian jauh bersama teman - teman, mungkin bagi sebagian besar orang Bogor dan Jakarta bukan tempat yang asing lagi, namun kini saya harus jujur bahwa Bogor dan Jakarta adalah tempat yang pernah saya kunjungi dan tepat yang paling jauh menurut saya. Cerita berlanjut ketika saya mendapatkan tugas mata kuliah Psikologi Komunikasi untuk membaca salah satu novel diantara diu novel yang dosen berikan, alhasil saya memilih satu novel yang berjudul 5 cm yang dikarang oleh Donny Dhirgantoroeh. Novel yang menceritakan lima anak yang bersahabat dan mereka mempunyai mimpi - mimpi yang begitu Indah, impian yang ingin sekali mereka capai. 

Saya belajar dari hal ini, hal diamana saya harus bisa mencapai apa yang saya inginkan, harus fokus dan tetep memandang apa yang dijadiakan mimpi saya. pernah suatu hari saya bertanya pada ibu saya, mengenai impian saya saat ini.

"bu boleh ke Mahameru? "ucap saya"
"mau ngapain? punya keahlian apa kamu dalam mendaki? kerja didapur aja gak pernah" ucap ibu saya ketus.
"saya ingin seperti orang lain yang mendapat kesempatan diluar, tidak hanya dalam pengalam kerja namun pengalaman kehidupanpun juga" tegas saya"
"Mahameru itu jauh, banyak di tv - tv orang yang hilang karena mendaki gunung, sudahlah gak usah aneh - aneh" kembali ucap ibu ketus"
"tapi bu banyak orang yang bilang Mahameru itu indah dan setiap tanggal 17 Agustus selalu ada upacara bendera disana" bujuk saya.
"gak usah bantah, kamu mau hilang disana? tau medannya apa? kamu wanita dan kamu satu-satunya wanita dikeluarga ini, apa yang bakalan terjadi disana gak ada yang tahu syafa. "suara ibu yang mulai meninggi"

Saat ibu berucap itu begitu hening dan tak berapa lama berlari ke, saat ini saya masih takut untuk mati sia- sia, saat ini saya belum menjadi orang yang berguna, saya belum memberi apa-apa terhadap orang tua, teman maupun orang lain, dalam hidup saya, saya belum pernah melakukan hal yang menurut saya adalah tantangan, rutinitas saya setiap hari begitu - begitu saja, tidur, bangun, makan, kuliah, nongkrong, belanja dan kembali tidur lagi dan terbangun dihari yang berbeda dengan aktifitas yang sama, jenuh yang saya rasakan mungkin tak sebanding dengan apa yang ada diluar sana, saya bersyukur mempunyai orang tua yang begitu sayang, menjaga dan melindungi saya, tapi apa salah jika kita ingin mendapat hal yang berharga dalam hidup? sebenarnya saya takut mengutarakan ini, tapi dalam diri harus yakin, "bahwa kita tidak akan pernah tahu kapan, bagaimana dan dimana kita meninggal" jujur saya masih takut akan hal ini.

Impian saat ini saya ingin berada diatas puncak Mahameru menyaksikan pengibaran bendera merah putih diatas sana dan mengaguni apa yang sudah Allah SWT ciptakan dan saya ingin merasakan keindahan ciptaan Allah SWT salah satunya berada di Mahameru.

" terukir dalam hati suatu hari saya harus berada di Puncak Mahameru, tepatnya ditanggal 17 Agustus amin :) "



suatu hari harus ada di gunung itu untuk upacara bendera dan merasakan alam ciptaan Allah SWT

Senin, 13 Juni 2011

Skenario ADIN SANG PEMULUNG


Sin 1 Adin – Jalan Raya yang ramai
Adin adalah seorang bocah berumur 8 tahun berfrofesi sebagai pemulung, harus putus sekolah karena keluarganya tidak mampu membiayai sekolahnya. Wajah yang lusuh, pakaian compang- camping yang sudah tak layak dipakai lagi, tidak mengenakan alas kaki. Rambut yang semua hampir menguning karena sering terkena terik matahari. Adin terus berjalan mencari sampah-sampah dijalanan kota, dia tak menghiraukan orang-orang dan angkutan kota yang berlalulalang. dengan memanggul karung untuk tempat hasil dia memungut sampah, dia terus berjalan walau terik matahari begitu menyangat pada hari itu, sesekali Adin mengusap keringatnya dengan tangannya yang kotor, namun Adin terus berjalan tak kenal lelah mengumpulkan puing-puing rupiah dari tong-tong sampah dan tempat-tempat kumuh dan dia  selalu ceria walau kelelahan. 
Set 2 Adin dan Bapak Tua kaya Raya – area parkir Restoran siap saji
Langkah Adin terhenti disalah satu tempat parkiran mobil Restoran siap saji, lalu dia duduk di trotoar parkiran sambil pandangannya terus memerhatikan pintu masuk dan orang-orang yang berlalu-lalang masuk dan keluar dari Reastoran siap saji. Adin membayangkan dia, Bapak, Ibu dan adik-adiknya dapat masuk dan mempunyai cukup uang untuk membeli makanan di restoran tersebut. Namun Adin hanya dapat tersenyum ketika dia membayangkan hal itu. Dari kejauhan berjalan seorang bapak tua menuju parkiran mobil, sesampainya diparkiran bapak tua tersebut berada persis disebelah Adin. Ketika bapak tua itu mendekati pintu mobilnya Adin tersenyum dan segera bergegas pergi. Bapak tua itu memandang Adin dan membalas senyum Adin, ketika Adin mulai melangkah Bapak tua itu memanggil Adin, kening bapak tua itu mengerut memperhatikan Adin dan ingin sekali berbincang dengan dia bocah yang lusuh dengan membawa karung yang penuh dengan botol-botol plastik, pada akhirnya bapak tua memberanikan diri memanggil Adin.
“hei nak, apa yang kamu lakukan disini nak? “ menepuk pundak Adin”
“sa..sa..saya sedang bekerja pak” jawab Adin gugup dan menunduk”
“bekerja? Siang bolong seperti ini? Memengnya tidak bersekolah? “kaget mendengar jawaban Adin”
“tidak pak, saya pemulung” Adin tersenyum ”
“hebat kamu masih muda tetapi sudah gemar mencari uang” menepuk pundak Adin lagi”
Adin hanya bisa tersenyum kembali sambil memandang bapak tua
“bapak habis dari restoran itu ya? “Adin sambil  menunjuk Restoran itu”
“saya habis makan siang, bosan makanan di kantor. tau kah nak, bukannya sekolah sekarang sudah gratis?
“kalau memang sekolah sekarang gratis saya tidak mungkin dijam sekolah seperti ini berkeliaran mengumpulkan sampah-sampah dan barang bekas seperti sekarang ini” sambil tersenyum lebar dan menghapus keringat di dahinya dengan tangannya yang kotor”
“tidak cape bekerja dibawah terik matahari dan memanggul barang yang beratnya melebihi berat badan kamu?
“kalau saya tidak bekerja saya dan keluarga makan apa pak? Yang penting saya bekerja sebagai pemulung halal tidak korupsi seperti tokoh-tokoh yang sering saya lihat di TV tetengga, walau terkadang banyak yang menghina karna hadirnya kami dilingkungan mereka, saya tetap bangga menjadi pemulung, menyenangkan bisa jalan-jalan sambil bekerja membantu keluarga. “dengan raut wajah lelah namun Adin tetap ceria dan tersenyum lebar pada bapak tua itu”
“saya permisi pak”
“kenapa buru-buru? Waktu masih panjang? Bapak tua tersenyum kecil dan menahan Adin untuk pergi
“kalau saya tidak buru-buru penghasilan saya bisa berkurang, saya permisi pak dan terimakasih tidak malu mengobrol dengan pemulung, hati-hati dijalan pak” senyum Adin tak pernah lepas walau lelah namun dia tak memperlihatnya, dia tetep tersenyum menjalani hari-harinya sebagai pemulung.
“sama-sama nak, semoga suksek dikemudian hari”
Set 3 Adin dan Bapak tua – are parkir
Bapak tua membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam mobil, menstater mobilnya lalu pergi sambil memperhatika kaca sepion meliahat Adin yang sedang berjalan. Sedangkan Adin berjalan dengan wajah cerianya tanpa merasa lelah Adin terus berjalan mengumpulkan puing-puing rupiah ditempat sampah hingga senjapun tiba.

Sinopsis
pemulung bukanlah harapan dan cita-cita dan tak seorang pun yang menginginkan predikat semacam itu melekat pada dirinya. Namun, situasilah yang memaksa mereka membuka lahan pekerjaan sendiri sebagai pemulung, lelah memang namun inilah hidup Adin menjalani hari-harinya sebagai pemulung. Dia bangga menjadi seorang pemulung, tak meminta-minta dan tak menguras uang rakyat kecil seperti para petinggi di Negri ini. Adin tetaplah bocah yang polos, bocah yang diusianya seharusnya mendapat pendidikan yang layak bukannlah menjadi pekerja.